religiouscriticism.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2023. Penegasan ini disampaikan dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta pada hari Senin, di tengah peningkatan harga minyak dunia yang dipicu oleh eskalasi konflik antara AS-Israel dan Iran.
Meskipun Purbaya menjanjikan stabilitas harga BBM bersubsidi, ia menegaskan bahwa tidak ada kepastian untuk harga BBM non-subsidi, yang tidak mendapatkan dukungan dari pemerintah. “Kami telah melakukan perhitungan dengan asumsi harga minyak mencapai 100 dolar AS per barel,” ujarnya. Setelah analisis, pemerintah merasa prepared untuk menahan harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun.
Purbaya juga menjelaskan langkah-langkah mitigasi telah dipersiapkan untuk menghadapi kemungkinan fluktuasi harga minyak. Besaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) telah ditegaskan akan cukup untuk mengakomodasi subsidi, bahkan jika harga minyak dunia mencapai 100 dolar AS per barel. “Masyarakat tidak perlu khawatir, anggaran untuk subsidi masih mencukupi,” tambahnya.
Dia menjelaskan bahwa pemerintah juga memiliki sumber dana lain, seperti Sisa Anggaran Lebih (SAL) yang mencapai Rp420 triliun, untuk mengatasi potensi tekanan harga minyak. Selain itu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor energi diharapkan dapat memberikan dukungan tambahan untuk subsidi.
Dengan demikian, pemerintah optimis dapat menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi dan menghindari kekhawatiran masyarakat terkait harga energi menjelang akhir tahun.
![Menkeu Purbaya Jamin Harga BBM Subsidi Stabil Hingga 2026 | religiouscriticism.com [original_title]](https://religiouscriticism.com/wp-content/uploads/2026/04/1000179707.jpg)