religiouscriticism.com – BytePlus telah meluncurkan solusi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang ditujukan untuk mendukung transformasi digital di berbagai sektor di Indonesia, termasuk e-commerce, media, dan sektor publik. Menurut Leon Chen, Regional Lead BytePlus untuk Indonesia dan Malaysia, adopsi AI di Indonesia mencapai angka 96 persen. Namun, dampak bisnis yang berhasil tercapai hanya sekitar 12 persen, menunjukkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan efektivitas adopsi teknologi ini.
Dalam pernyataan resmi di Jakarta, Chen menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mempercepat adopsi AI di kalangan perusahaan, selaras dengan agenda pemerintah dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing nasional. “AI kita lihat sebagai katalis inovasi dan pertumbuhan berkelanjutan,” ujar Chen.
BytePlus memperkenalkan berbagai solusi dalam acara BytePlus AI Day Indonesia 2026. Salah satu inovasi utama adalah BytePlus ModelArk, yang menawarkan platform terpadu untuk large language models (LLM). Hal ini memungkinkan pengembang untuk mengintegrasikan model yang berbeda untuk berbagai aplikasi, termasuk chatbot dan konten personalisasi. Selain itu, model Seed mencakup berbagai solusi, seperti Dola Seed 2.0 yang mendukung penalaran dasar dan Dreamina Seedance 2.0 untuk pembuatan video dinamis.
Transjakarta, operator Bus Rapid Transit di Jakarta, merupakan salah satu pengguna layanan chatbot dari BytePlus yang telah berhasil meningkatkan interaksi dengan pengguna. Direktur Sistem Teknologi Informasi dan Pelayanan Transjakarta, Raditya Maulana Rusdi, menyatakan bahwa chatbot tersebut dapat mengurangi waktu penanganan pertanyaan hingga 93,82 persen.
Volantis Technology juga memanfaatkan model Seed 1.8 Pro melalui BytePlus ModelArk untuk menyatukan data yang terfragmentasi, memungkinkan otomatisasi dan manajemen berbasis AI yang lebih efisien.
Dengan berbagai inovasi ini, BytePlus berupaya untuk meningkatkan pengalaman pengguna dan memperkuat posisi perusahaan dalam ekosistem digital Indonesia.