religiouscriticism.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan penguatan pada Selasa pagi, mencerminkan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan tetap stabil pada kuartal II tahun 2025. IHSG dibuka dengan kenaikan 38,04 poin atau 0,51 persen, mencapai posisi 7.502,69. Sementara itu, indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan juga mengalami peningkatan sebesar 4,26 poin atau 0,54 persen, berada di angka 792,01.
Tim Riset dari Lotus Andalan Sekuritas menjelaskan bahwa IHSG diprediksi akan mengalami volatilitas pada hari ini. Dalam konteks domestik, Badan Pusat Statistik (BPS) direncanakan untuk mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2025, yang diperkirakan akan berada di bawah 5 persen year on year (yoy) akibat penurunan daya beli masyarakat.
Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menilai bahwa ekonomi Indonesia masih menunjukkan ketahanan meskipun ada tantangan yang disebabkan oleh ketidakpastian ekonomi global dan ketegangan geopolitik. Selain itu, pelaku pasar juga mengantisipasi data cadangan devisa untuk bulan Juli 2025 yang akan diumumkan pada Kamis, serta laporan mengenai Indeks Kepercayaan Konsumen dan penjualan ritel pada hari Jumat.
Dari skala internasional, perhatian pelaku pasar tertuju pada perkembangan negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat dan China yang berlangsung di Stockholm. Sementara itu, data ketenagakerjaan AS yang kurang baik meningkatkan ekspektasi penurunan suku bunga oleh The Fed pada bulan September 2025 mendatang.
Dengan tren positif di bursa saham global, pasar Asia juga menunjukkan penguatan, meskipun indeks Hang Seng mengalami penurunan. Seluruh perhatian kini tertuju pada bagaimana dinamika ini akan berdampak pada IHSG dan pasar saham secara keseluruhan.
![IHSG Menguat Didukung Optimisme Ekonomi Indonesia yang Kuat | religiouscriticism.com [original_title]](https://religiouscriticism.com/wp-content/uploads/2025/08/Penutupan-IHSG-jelang-libur-Idul-Fitri-270325-Bay-2.jpg)