Site icon religiouscriticism.com

Kemenag Menegaskan Haji adalah Perjalanan Spiritual, Bukan Wisata

[original_title]

religiouscriticism.com – Ibadah haji merupakan sebuah perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan materi dan fisik. Hal ini disampaikan oleh Direktur Pengawasan Haji Reguler Kementerian Haji dan Umrah, Rudy Ambary, saat meninjau pelaksanaan Manasik Haji Tingkat Kota Depok, yang diikuti oleh 2.400 jemaah pada 1 April 2026. Menurutnya, ibadah haji memerlukan biaya untuk berbagai hal, seperti perjalanan dan perlengkapan, serta kondisi kesehatan yang baik untuk menjalani rangkaian aktivitas, termasuk tawaf, sa’i, dan wukuf.

Rudy menegaskan bahwa haji bukan sekadar wisata religi, melainkan sarana spiritual yang mengajak jemaah untuk bersyukur dan bersabar dalam menghadapi berbagai ujian. Ia menekankan pentingnya meraih haji mabrur, yang dicirikan dengan sikap ikhlas dan sabar. Setiap jemaah, lanjutnya, memiliki pengalaman unik selama menjalankan ibadah, dan tidak ada yang benar-benar “khatam” dalam mempelajari proses tersebut.

Dari segi administratif, Wali Kota Depok, Supian Suri, memberikan pesan tentang pentingnya syukur dan sabar dalam menjalani ibadah haji. Ia menambahkan bahwa kesempatan untuk berhaji adalah panggilan Allah yang tidak diperoleh semua orang. Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Depok, Fauzan, menginformasikan bahwa kuota haji tahun ini untuk Kota Depok mencapai 2.400 jemaah, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Jemaah juga menerima pembekalan tentang cara beribadah dan materi kesehatan untuk memastikan kesiapan selama haji. Mereka dijadwalkan berangkat pada 22 April 2026 melalui Kloter 1 dari Asrama Haji Bekasi, Jawa Barat.

Exit mobile version