religiouscriticism.com – Peralihan ke kendaraan listrik dan kompor listrik menjadi solusi strategis dalam upaya mengurangi ketergantungan pada energi berbasis impor. Hal ini diungkapkan oleh Fabby Tumiwa, CEO Institute for Essential Services Reform (IESR), yang menekankan bahwa langkah ini penting untuk menurunkan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di Indonesia.
Dalam sektor transportasi, peralihan satu juta mobil berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik diharapkan dapat mengurangi kebutuhan minyak mentah mencapai 13,2 juta barel per tahun. Langkah ini tidak hanya berpotensi mengurangi biaya energi, tetapi juga mengurangi dampak lingkungan yang dihasilkan dari penggunaan bahan bakar fosil.
Sementara itu, di sektor rumah tangga, penggunaan kompor listrik juga menunjukkan efektivitas dalam menekan konsumsi LPG. Fabby menambahkan bahwa bagi rumah tangga yang mampu, kompor listrik lebih ekonomis dibandingkan LPG nonsubsidi, serta memberikan kesempatan untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi. “Jika rumah tangga mulai menggunakan kompor induksi, penghematan LPG bisa mencapai lebih dari 130 ton per tahun,” ujarnya.
Pergeseran ini direncanakan dapat memberi dampak yang signifikan terhadap ketahanan energi nasional. Pemerintah diharapkan dapat mendukung inisiatif ini melalui kebijakan yang mendorong adopsi teknologi ramah lingkungan. Dengan demikian, diharapkan ketergantungan Indonesia pada energi impor dapat berkurang secara signifikan dalam waktu dekat. Peralihan ini tidak hanya menjanjikan penghematan biaya, tetapi juga manfaat lingkungan yang lebih baik serta meningkatkan kemandirian energi nasional.