religiouscriticism.com – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi untuk menarik investasi dengan mencontoh langkah reformasi pasar modal yang dilakukan India. Hal itu diungkapkan Luhut dalam pernyataannya di Jakarta pada hari Jumat.
Luhut menjelaskan, India sebelumnya juga berada di bawah pengawasan Morgan Stanley Capital International (MSCI), namun berhasil mengubah situasi berkat kebijakan reformasi yang tepat. Ia menyebutkan, investasi masuk ke India mencapai 60-70 miliar dolar AS setelah reformasi diterapkan. “Jika India bisa, mengapa kita tidak?” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Luhut mengungkapkan telah melakukan pertemuan selama dua jam dengan perwakilan MSCI, yang memberikan penilaian positif terhadap kapitalisasi pasar modal Indonesia. MSCI menganggap Indonesia memiliki potensi yang cukup untuk memulihkan kredibilitas pasar sahamnya.
“MSCI juga mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan transparansi dan independensi. Jika komitmen ini diikuti dengan serius, proses reformasi tidak akan terlalu sulit,” paparnya. Luhut juga optimis akan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang mampu mengembangkan pasar modal yang lebih kompetitif dan menarik bagi investor.
Sebagai langkah konkret, Luhut berencana menyampaikan usulan reformasi pasar modal tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto. Salah satu usulan yang akan diajukan adalah penunjukan figur independen untuk posisi penting di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bursa Efek Indonesia (BEI). Usulan ini diharapkan dapat memperkuat kredibilitas lembaga-lembaga tersebut di mata investor dan meningkatkan daya tarik investasi di Indonesia.