religiouscriticism.com – Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah, berhasil mengimplementasikan program panen padi dengan hasil mencapai 10 ton per hektare. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian di wilayah tersebut. Pelaksana Tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyatakan bahwa program ini bukan hanya sekadar target, melainkan telah teruji melalui pendampingan intensif kepada petani. Sebuah panen raya berlangsung pada 7 Februari di Desa Bumiharjo, Kecamatan Winong, dengan produksi yang tercatat sebesar 10,28 ton per hektare.
Acara panen ini juga dihadiri oleh Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, yang memberikan dukungan atas keberhasilan program tersebut. Menurut Risma, pencapaian ini merupakan hasil kerja keras kolaboratif, melibatkan pihak-pihak dari tingkat kabupaten hingga desa. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari penggunaan pupuk subsidi yang diimbangi dengan pupuk tambahan yang sesuai.
Firman Soebagyo menjelaskan bahwa capaian ini selaras dengan upaya nasional untuk mencapai swasembada pangan. Ia menyebutkan bahwa stok beras nasional pada awal tahun ini tercatat mencapai 3,32 juta ton. Namun, ia mengingatkan pentingnya menjaga keberlanjutan hasil panen dan mengantisipasi risiko gagal panen akibat cuaca ekstrem.
Lebih jauh, Firman menekankan perlunya perbaikan dalam tata kelola pupuk dan peran pemerintah untuk stabilisasi harga pangan. Dia mengungkapkan bahwa pemerintah pusat sedang merancang kebijakan untuk memperkuat peran Bulog sebagai penyangga stok dan harga, serta mendorong penggunaan pupuk organik untuk keberlanjutan di sektor pertanian.