religiouscriticism.com – Fenomena Supermoon terjadi di China pada 3 Januari 2026, memukau banyak warga yang menyaksikannya di berbagai kota. Supermoon, yang merupakan saat ketika bulan berada pada titik terdekatnya dengan Bumi, diperkirakan akan muncul sebanyak tiga kali tahun ini. Selain pada awal Januari, Supermoon juga akan terlihat kembali pada 24 November dan 23-24 Desember 2026.
Di Kota Nanjing, Provinsi Jiangsu, Supermoon terlihat menakjubkan dengan latar belakang siluet pohon, menciptakan pemandangan yang menakjubkan bagi para pengamat. Pengamat juga melaporkan pemandangan menakjubkan lainnya di Kota Lianyungang, juga di Jiangsu, di mana bulan tampak bersinar di malam hari. Sementara itu, di Kota Nantong, pemandangan Supermoon turut menambah keindahan malam dengan suasana yang magis.
Di tempat lain, Distrik Yimei di Yichun, Provinsi Heilongjiang, juga menjadi lokasi menarik untuk menyaksikan Supermoon. Fenomena ini mendapat perhatian luas, baik lokal maupun internasional, karena memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati keindahan alam yang langka ini.
Pelaksanaan fenomena alam ini mendemonstrasikan kekuatan serta keindahan alam semesta, memicu rasa ingin tahu dan kekaguman di kalangan masyarakat. Supermoon ini bukan hanya sekadar acara astronomis, tetapi juga menjadi ajang berkumpulnya masyarakat untuk merayakan keindahan langit malam. Masyarakat setempat pun berharap agar fenomena serupa dapat kembali dinikmati di masa mendatang, dengan harapan bisa semakin meningkatkan ketertarikan terhadap ilmu astronomi dan pelestarian lingkungan.