Site icon religiouscriticism.com

Upie Guava Berusaha Kembalikan Imajinasi Anak melalui Film Pelangi di Mars

[original_title]

religiouscriticism.com – Film anak memiliki peran penting dalam membangkitkan imajinasi anak-anak, menurut Upie Guava, sutradara film “Pelangi di Mars”, yang dijadwalkan tayang pada 18 Maret mendatang. Dalam sebuah sesi wawancara di Jakarta, Upie menyampaikan keprihatinannya mengenai adanya keterbatasan dalam pilihan film yang mampu membangkitkan semangat dan rasa ingin tahu anak-anak. Dari sudut pandang orang tua, ia merasakan kurangnya film yang dapat merangsang imajinasi serta petualangan.

Upie menegaskan bahwa anak-anak perlu cerita yang mendorong mereka untuk bermimpi besar. Ia merefleksikan pengalaman masa kecilnya yang dipenuhi dengan cerita petualangan yang menantang seperti kisah Thanos dan “Back to the Future”. Melalui film ini, Upie berharap dapat menanamkan rasa percaya diri pada anak-anak Indonesia, yang ia anggap sebagai fondasi masa depan bangsa.

Konsep “Pelangi di Mars” berfokus pada seorang anak yang bermimpi untuk pergi ke Mars dan mengatasi berbagai masalah dalam cerita yang lebih luas. Upie menekankan bahwa film ini ingin memberi pesan bahwa anak-anak dapat menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton pasif. Proses kreatif pembuatan film melibatkan diskusi dan kolaborasi dengan banyak pihak, menunjukkan kedalaman dan keseriusan dalam penyampaian pesan.

Upie juga menyoroti pentingnya literasi film bagi anak-anak. Ia percaya bahwa tontonan yang mereka konsumsi dapat mengubah cara pandang mereka terhadap diri sendiri dan dunia. Di tengah tekanan untuk realistis, ruang imajinasi harus diperkuat agar anak-anak dapat bermimpi tanpa batas. Dengan “Pelangi di Mars”, Upie ingin mengingatkan bahwa imajinasi adalah hak anak yang harus dihargai dan diperjuangkan.

Exit mobile version