religiouscriticism.com – Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menekankan pentingnya langkah proaktif dalam pencegahan kecelakaan kerja di Indonesia. Dalam pernyataannya di Jakarta, Yassierli menyerukan Balai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk meningkatkan peran mereka dalam meminimalisir angka kecelakaan yang tidak hanya menyangkut data, tetapi juga keselamatan manusia dan keberlangsungan keluarga pekerja.
Yassierli menggarisbawahi bahwa perlindungan pekerja harus dimulai sejak awal melalui tindakan promotif dan preventif yang lebih intensif. Ia menginstruksikan seluruh pegawai BK3 agar lebih aktif dalam menjalankan fungsi pengawasan serta edukasi. Hal ini sejalan dengan harapannya untuk menekan angka fatalitas di tempat kerja dalam rangka menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman.
Penguatan peran Balai K3 juga dinilai sangat penting. Yassierli menambahkan bahwa lembaga ini tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga harus mampu membaca risiko dan membangun budaya K3 yang kuat di setiap lapangan kerja. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta, termasuk Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PJK3), sangat diperlukan untuk mencapai tujuan keselamatan kerja yang lebih baik.
Lebih lanjut, Yassierli meminta peningkatan kapasitas pegawai di lingkungan Balai K3 supaya dapat menguasai keterampilan manajerial dan analisis data. Keterampilan ini diharapkan mampu mendorong pengembangan rekomendasi yang lebih komprehensif untuk upaya pencegahan kecelakaan kerja. Ia menekankan pentingnya transisi orientasi pekerjaan, terutama bagi pejabat yang memiliki jabatan fungsional lebih tinggi, menuju pembuatan kebijakan yang efektif.
![Menaker Dorong Balai K3 Aktif Cegah Kecelakaan Kerja | religiouscriticism.com [original_title]](https://religiouscriticism.com/wp-content/uploads/2026/04/bc70d974-8c5d-4189-909c-17c16bb178c5.jpeg)