religiouscriticism.com – Perum Bulog menyiapkan skema kolaborasi dengan Karang Taruna untuk memperkuat penyerapan gabah petani di seluruh Indonesia. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa skema ini bertujuan untuk mendukung stok cadangan beras pemerintah (CBP) melalui pengawalan panen yang lebih efisien.
Dalam konferensi pers yang berlangsung di Jakarta, Rizal menjelaskan bahwa Tim Penjemput Gabah akan memperluas jangkauan dengan melibatkan penyuluh pertanian lapangan (PPL), Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan pemuda dari Karang Taruna. “Kita ingin melibatkan pemuda desa agar mereka dapat menciptakan lapangan kerja selama masa panen dan menekan urbanisasi,” ujarnya.
Rizal menambahkan bahwa keterlibatan Karang Taruna diharapkan dapat mempercepat proses penyerapan gabah berkualitas dari petani. Sinergi antara PPL, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Karang Taruna akan fokus pada pengawasan kualitas gabah dan mencegah panen dini yang merugikan para petani.
Inisiatif ini mendapat dukungan dari Anggota Komisi IV DPR, Saadiah Uluputty, yang menekankan bahwa melibatkan organisasi kepemudaan seperti Karang Taruna akan memberikan keuntungan bagi masyarakat. “Mereka lebih dikenal dan diterima oleh petani, sehingga proses penyerapan berjalan lebih kondusif,” katanya.
Meskipun skema ini masih dalam tahap pematangan dengan para pemangku kepentingan, langkah kolaboratif ini diharapkan dapat meningkatkan penyerapan gabah berkualitas dan melindungi petani dari praktek tengkulak. Langkah ini diharapkan juga dapat menjamin ketersediaan beras nasional yang stabil selama musim panen.
![Dirut Bulog Siap Kolaborasi dengan Karang Taruna Kawal Gabah | religiouscriticism.com [original_title]](https://religiouscriticism.com/wp-content/uploads/2026/01/E56F078E-0AFC-4B5C-8BCF-BF345C76720A.jpeg)