religiouscriticism.com – Proyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) oleh HSBC Investment Global Research menunjukkan bahwa IHSG dapat mencapai level 9.700 pada tahun 2026. Chief Asia Equity Strategist HSBC, Herald van der Linde, menyampaikan estimasi ini dalam acara “Outlook Makro Ekonomi dan Prospek Investasi Indonesia 2026” di Jakarta, Senin (12/01).
Menurut Herald, ada potensi kenaikan yang signifikan di pasar saham Indonesia, meskipun risiko terkait volatilitas nilai tukar rupiah dan arus modal asing tetap harus diperhatikan. Saat ini, IHSG berada di sekitar 8.600, dan proyeksi ini menandakan optimisme terhadap pertumbuhan pasar.
Herald menjelaskan bahwa penguatan IHSG didukung oleh perbaikan dalam rasio Price to Earnings (PE Ratio) serta ekspektasi peningkatan kinerja laporan keuangan emiten untuk tahun buku 2025. Namun, untuk mencapai target tersebut, sentimen global juga diperlukan, terutama terkait penguatan saham-saham yang berbasiskan Artificial Intelligence (AI) di pasar saham global.
Pada saat yang sama, BEI telah menetapkan target untuk mencapai rata-rata nilai transaksi harian sebesar Rp14,5 triliun dan sebanyak 50 Initial Public Offering (IPO) baru pada tahun 2026, dengan tambahan dua juta investor baru. Penutupan perdagangan pada 12 Januari menunjukkan IHSG melemah 0,58 persen ke posisi 8.884,71, sementara frekuensi perdagangan mencapai lebih dari 5 juta transaksi.
Dengan data tersebut, para investor diharapkan bisa menilai peluang dan risiko yang ada dalam perjalanan pasar saham ke depan, terutama dalam konteks kondisi ekonomi global dan domestik yang terus berkembang.
![HSBC Perkirakan IHSG Capai 9.700 pada 2026 | religiouscriticism.com [original_title]](https://religiouscriticism.com/wp-content/uploads/2026/01/upscalemedia-transformed-5.jpeg)