religiouscriticism.com – Dua kapal kontainer milik perusahaan pelayaran China, COSCO, berhasil menembus Selat Hormuz pada 30 Maret 2026 setelah percobaan pertama pada 28 Maret gagal. Keberhasilan ini menandai momen penting, karena menjadi yang pertama bagi kapal non-Iran yang keluar dari Teluk Persia sejak perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran dimulai pada 28 Februari 2026.
Menurut data dari platform pemantau kapal MarineTraffic yang dikelola Kpler, kedua kapal tersebut berlayar dalam formasi rapat menuju perairan terbuka. Rebecca Gerdes, analis data Kpler, mengonfirmasi bahwa kedua kapal ini menjadi kapal kontainer pertama yang meninggalkan Teluk Persia sejak konflik melanda, setelah sebelumnya banyak kapal terjebak akibat ketegangan tersebut. Saat ini, kedua kapal tersebut melaju cepat menuju Teluk Oman.
Selat Hormuz merupakan jalur vital dalam perekonomian global, dengan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati selat yang memiliki lebar antara 33 hingga 90 kilometer ini setiap harinya. Sejak pecahnya perang, lebih dari 20.000 pelaut terperangkap di dalam Teluk Persia, dan ekspor energi dari negara-negara seperti Arab Saudi dan Qatar telah terhenti.
Kondisi tersebut diperparah dengan serangan militer Iran terhadap kapal-kapal di Teluk, yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan perusahaan pelayaran. Pihak COSCO telah memberikan informasi kepada klien mengenai kelanjutan pengiriman kargo umum dari Asia ke kawasan Teluk, termasuk negara-negara seperti Uni Emirat Arab dan Bahrain, meskipun risiko masih mengintai. Ancaman serangan dengan ranjau, rudal, dan drone menjadi hal yang harus diperhatikan oleh semua pihak yang beroperasi di kawasan tersebut.
![Kapal China Masuk Selat Hormuz dengan Taktik Canggih | religiouscriticism.com [original_title]](https://religiouscriticism.com/wp-content/uploads/2026/03/dua-kapal-china-nekat-tembus-selat-hormuz-ternyata-gunakan-taktik-ini-okg.jpeg)