religiouscriticism.com – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, yang merupakan bagian penting dari industri baja di Indonesia, sedang melakukan penguatan restrukturisasi untuk mendukung transformasi perusahaan menjelang 2026. Direktur Utama Akbar Djohan menyampaikan bahwa langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat sektor industri strategis nasional.
Selama tahun 2025, Krakatau Steel mencatatkan laba bersih sebesar 24 juta dolar AS pada kuartal ketiga, yang menandakan keberhasilan dalam penyelesaian kewajiban dan penanganan efisiensi operasional. Selain itu, biaya usaha berhasil diturunkan sebesar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sebuah langkah penting dalam menciptakan struktur biaya yang lebih sehat.
Dari sisi produksi, volume konsolidasi selama kuartal ketiga mencapai 740 ribu ton, meningkat signifikan dibandingkan dengan 540 ribu ton pada periode yang sama tahun lalu. Penjualan baja juga menunjukkan tren positif dengan angka 269 ribu ton pada kuartal ketiga, mencerminkan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap Krakatau Steel.
Akbar juga mengungkapkan optimisme mengenai kesiapan perusahaan menghadapi dinamika pasar di tahun 2026, berlandaskan pada fundamental bisnis yang semakin membaik. Dengan total aset mencapai 825,3 juta dolar, Krakatau Steel berkomitmen untuk menjaga kelangsungan operasional dan meningkatkan likuiditas, didukung oleh dukungan pemegang saham, Danantara.
Di samping itu, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Krakatau Steel telah menetapkan pengurus terbaru, termasuk Komisaris Utama Hendro Martowardojo dan jajaran direksi yang baru. Langkah-langkah ini menunjukkan upaya berkelanjutan Krakatau Steel dalam mewujudkan cita-cita industri yang mandiri dan berdaya saing tinggi.
![Krakatau Steel Lanjutkan Transformasi dan Perkuat Restrukturisasi 2026 | religiouscriticism.com [original_title]](https://religiouscriticism.com/wp-content/uploads/2025/12/krakatausteel.jpg)