religiouscriticism.com – Pembersihan sekolah-sekolah yang terdampak bencana di Aceh tengah dikebut menjelang dimulainya semester baru pada 5 Januari 2026. Upaya ini melibatkan personel TNI Angkatan Darat yang bergerak ke berbagai titik di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang agar anak-anak dapat kembali ke bangku sekolah dengan aman.
Sejak Sabtu, 3 Januari 2026, personel TNI sudah melaksanakan pembersihan di sejumlah sekolah, termasuk MIN 29 dan MIN 21 Aceh Utara, SMAN 1 Baktiya, SMPN 1 Lapang, serta berbagai sekolah dasar dan taman kanak-kanak lainnya. Urgensi pembersihan ini meningkat karena kerusakan akibat banjir dan longsor yang melanda daerah tersebut sebelumnya.
Dalam proses pembersihan, para personel yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan Bencana membersihkan seluruh bagian dalam dan luar gedung sekolah. Mereka membersihkan sisa-sisa lumpur yang mengeras dengan menyiram air serta mengangkat tumpukan sampah yang terbawa oleh bencana. Di SDN 7 Kuala Simpang, misalnya, tampak progres yang menggembirakan dengan kelas yang sudah bersih dan dipersiapkan kembali.
Namun, tidak semua sekolah melihat kemajuan serupa. Di MIN 2 Meurah Dua, tumpukan lumpur masih menyulitkan proses pembersihan, di mana alat berat seperti ekskavator dikerahkan untuk membantu. Pelaksanaan pembersihan ini bertujuan untuk memastikan bahwa fasilitas pendidikan dapat berfungsi kembali secepat mungkin, sebagai bagian dari respons tanggap darurat terhadap dampak bencana yang melanda.
![Pembersihan Sekolah Aceh Dipercepat Sambut Semester Baru | religiouscriticism.com [original_title]](https://religiouscriticism.com/wp-content/uploads/2026/01/bencana-cDgC_large.jpg)