religiouscriticism.com – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menegaskan komitmennya untuk mencapai target program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2025 sebanyak 350.000 unit rumah. Untuk memenuhi kebutuhan dana bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), perusahaan akan menerbitkan surat utang tambahan.
Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo, menjelaskan bahwa pemanfaatan pendanaan eksternal ini dilakukan karena kebutuhan dana untuk pembiayaan rumah lebih besar dibandingkan kapasitas modal yang ada, meskipun dukungan dari pemerintah sangat signifikan. Ananta mengungkapkan, “Kami harus mengeluarkan surat utang lagi untuk mencapai target 350.000 unit rumah.”
Saat ini, realisasi rumah yang terbangun baru mencapai sekitar 290.000 unit, atau sekitar 80% dari target. SMF juga mencatat telah menyalurkan dana antara Rp8 triliun hingga Rp9 triliun sepanjang tahun ini, yang lebih besar dibandingkan dengan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp6,8 triliun yang diterima tahun berjalan. Oleh karena itu, penerbitan surat utang dianggap sebagai solusi untuk menutupi defisit dana.
SMF berperan penting dalam program pemerintah untuk menyediakan 3 juta rumah, dengan kontribusi sebesar 25% dari total pembiayaan FLPP nasional. Sisa 75% pendanaan didukung oleh pemerintah melalui Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).
Sejak beroperasi pada tahun 2018, SMF telah menyalurkan dana sekitar Rp34 triliun yang berkontribusi pada pembangunan sekitar 904.000 unit rumah di seluruh Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian target pembiayaan perumahan di tanah air.
![SMF Terbitkan Utang Baru untuk Capai Target 350.000 Rumah FLPP | religiouscriticism.com [original_title]](https://religiouscriticism.com/wp-content/uploads/2026/02/rumah-AvkD_large.jpg)