religiouscriticism.com – Taliban memberikan jaminan kepada Pakistan melalui fatwa setelah terjadi bentrokan perbatasan. Tindakan ini dilakukan dalam upaya mempertahankan gencatan senjata pasca-insiden kekerasan yang mengakhiri ketegangan antara kedua negara.
Lebih dari seribu ulama dari seluruh Afghanistan berkumpul dalam pertemuan di Kabul pada 10 Desember 2025, yang dihadiri oleh Perdana Menteri Sementara Mullah Mohammad Hasan Akhund dan pejabat senior lainnya. Dalam pertemuan tersebut, majelis ulama menerbitkan pernyataan politik dan yurisprudensi. Fatwa ini menekankan bahwa wilayah Afghanistan tidak akan digunakan untuk merugikan negara manapun dan mengutuk segala bentuk konflik lintas batas.
Sehari setelah fatwa dikeluarkan, Menteri Luar Negeri Afghanistan, Amir Khan Muttaqi, mengulangi komitmen pemerintah untuk mematuhi isi fatwa tersebut. Ini merupakan usaha untuk meredakan ketegangan yang muncul setelah serangkaian serangan di Pakistan yang dikaitkan dengan kelompok militan, khususnya Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP).
Insiden terbaru yang memicu kekhawatiran adalah serangan ke pos keamanan di wilayah Kurram, Pakistan, yang mengakibatkan tewasnya enam tentara. Pihak Islamabad menyalahkan meningkatnya kekerasan kepada militan yang memanfaatkan wilayah Afghanistan sebagai tempat beroperasi untuk merencanakan serangan terhadap pasukan keamanan Pakistan.
Komunikasi antara Taliban dan Pakistan ini menjadi penting dalam konteks menjaga stabilitas di kawasan yang rawan konflik. Jaminan yang diberikan oleh Taliban diharapkan dapat meredakan ketegangan dan menciptakan dorongan untuk dialog lebih lanjut antara kedua negara.
![Taliban Jamin Keamanan Pakistan Usai Bentrokan Perbatasan | religiouscriticism.com [original_title]](https://religiouscriticism.com/wp-content/uploads/2025/12/taliban-wD2z_large.jpg)