religiouscriticism.com – Menginjak usia ke-130 tahun, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menunjukkan kinerja positif yang signifikan di pasar saham. Berdasarkan data terbaru, harga saham BBRI mencatat peningkatan sekitar 48 kali lipat sejak penawaran umum perdana (IPO) pada 10 November 2003, yang ditawarkan seharga Rp875 per saham. Hingga 16 Desember 2025, harga saham BBRI tercatat mencapai Rp3.690 per saham.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa pertumbuhan laba dan aset yang konsisten menjadi faktor kunci dalam meningkatkan nilai saham dan dividen, yang berdampak positif bagi para pemangku kepentingan. Sejak tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), BBRI telah menunjukkan tren pertumbuhan yang berkelanjutan, dengan kapitalisasi pasar menembus Rp100 triliun hanya dalam empat tahun setelah IPO.
Dalam perjalanan dua dekade ini, kapitalisasi pasar BRI terus meningkat, mencapai Rp200 triliun pada 2013 dan Rp300 triliun pada 2015. Untuk memperluas basis investor, BRI juga melakukan dua kali aksi korporasi berupa stock split, masing-masing pada Januari 2011 dan November 2017. Hingga awal 2023, kapitalisasi pasar BBRI mencapai Rp867 triliun, menandakan posisi BRI sebagai bank pelat merah dengan kapitalisasi terbesar di Indonesia.
Walaupun dihadapkan pada fluktuasi harga saham sepanjang 2025 akibat kondisi ekonomi global dan domestik, para analis tetap optimis terhadap fundamental BRI yang solid. Sementara itu, per September 2025, kapitalisasi pasar BBRI tercatat sebesar Rp591,1 triliun, menempatkan BRI di peringkat keempat bank terbesar di Asia Tenggara.
![Harga BBRI Melonjak 48 Kali Lipat Sejak IPO di BEI 2003 | religiouscriticism.com [original_title]](https://religiouscriticism.com/wp-content/uploads/2025/12/WhatsApp-Image-2025-12-16-at-18.52.07.jpeg)