religiouscriticism.com – Banjir melanda Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu (12/4/2026), akibat hujan deras yang mengguyur kawasan Bandung Raya sejak Sabtu (11/4). Curah hujan yang tinggi menyebabkan luapan Sungai Citarum, mengakibatkan akses jalan Dayeuhkolot-Banjaran terputus dan ratusan rumah terendam air setinggi antara 30 hingga 100 cm.
Sebagian besar penduduk di Kampung Bojongasih nampak berusaha beradaptasi dengan situasi yang sulit tersebut. Banyak warga yang menggunakan perahu kayu untuk beraktivitas sehari-hari, sementara anak-anak bermain di area yang tergenang. Para saksi mata melaporkan bahwa kondisi ini mengganggu kehidupan sehari-hari, dengan banyak keluarga terpaksa mengungsi dan membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Tim tanggap darurat dan relawan setempat telah dikerahkan untuk memberikan bantuan kepada warga yang terkena dampak banjir. Mereka menyediakan makanan, air bersih, serta layanan kesehatan bagi penduduk yang membutuhkan. Hingga saat ini, belum ada data resmi mengenai jumlah kerugian material atau jumlah pengungsi yang terdampak oleh peristiwa ini.
Pemerintah daerah mengimbau seluruh warga untuk waspada dan mengikuti perkembangan informasi mengenai cuaca serta potensi banjir susulan. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak mengambil risiko dengan beraktivitas di area terdampak banjir.
Seiring dengan upaya tanggap darurat yang sedang berlangsung, fokus saat ini adalah memastikan keselamatan penduduk dan memulihkan infrastruktur yang rusak agar kehidupan masyarakat dapat segera normal kembali. Kejadian ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.
![Ratusan Rumah di Dayeuhkolot Terendam Banjir Citarum | religiouscriticism.com [original_title]](https://religiouscriticism.com/wp-content/uploads/2026/04/Banjir-Di-Dayeuhkolot-Kabupaten-Bandung-120426-rai-3.jpg)